Category Archives: Artikel

artikel atau tulisan lepas

Mengoptimalkan Upaya Pencegahan HIV Bagi Pekerja Seks

Penutupan lokalisasi di berbagai daerah di Indonesia tidaklah menghentikan dan mengurangi jumlah pekerja seks yang terus menjual seks paska lokalisasi ditutup.

Ditahun 2016 lalu OPSI bersama Komisi Penanggulangan Aids nasional, Indonesia Aids Coalition, dan PPH Atmajaya Jakarta melakukan studi dampak penutupan lokalisasi, dan menulis Policy Brief yang dibantu oleh Tim PPH Atmajaya.

Ingin tau lebih lengkap ? silahkan dibaca

FINAL Policy Brief Mengoptimalkan Upaya Pencegahan bagi Pekerja Seks_SPM

JOB VACANCY

It takes immediate “Country Focal Point”

Organisasi Perubahan Sosial Indonesia (OPSI) is a national network led and managed by the community (sex workers). OPSI has members in 19 provinces in Indonesia (Aceh, North Sumatera, West Sumatera, Riau, Bengkulu, Bangka belitung, Jambi, South Sumatera, Lampung, Banten, DKI Jakarta, West Java, Central Java, Yogyakarta, East Java, Bali, Nusa South East, South Kalimantan, and North Sulawesi) in HIV prevention efforts; Capacity building through empowerment, advocacy and fulfillment of human rights for sex workers in Indonesia.

PITCH is a strategic partnership between Aidsfonds, the International HIV / AIDS Alliance (IHAA), and the Dutch Ministry of Foreign Affairs.

Country Focal Point will support the program in 9 countries by supporting local communities, facilitation, strategic leadership in advocacy and policy and supervising national PITCH programs.

Placement: Jakarta

Please click the file below for more information

Job Vacancy

LOWONGAN KERJA

Dibutuhkan Segera “Country Focal Point”

Organisasi Perubahan Sosial Indonesia (OPSI) adalah jaringan nasional yang dipimpin dan dikelola oleh komunitas (pekerja seks). OPSI memiliki anggota di 19 provinsi di Indonesia (Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Bengkulu, Bangka belitung, Jambi, Sumatera Selatan, Lampung, Banten, DKI Jakarta, Jawa barat, Jawa Tengah, Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Selatan, dan Sulawesi Utara) dalam upaya penanggulangan HIV; peningkatan kapasitas melalui pemberdayaan, advokasi dan pemenuhan Hak Asasi Manusia bagi pekerja seks di Indonesia.

PITCH adalah kemitraan strategis antara Aidsfonds, International HIV/AIDS Alliance (IHAA), dan Kementerian Luar Negeri Belanda. Program ini bertujuan untuk memerangi AIDS di 9 (sembilan) negara yang paling terkena dampak HIV dengan fokus pada populasi kunci, perempuan dan anak perempuan.

Country Focal Point akan mendukung program ini di 9 negara dengan mendukung komunitas lokal, melakukan fasilitasi, kepemimpinan strategis dalam advokasi dan kebijakan serta mensupervisi program-program PITCH nasional.

Penempatan : Jakarta

Silahkan klik file dibawah untuk informasi lebih lanjut

Job Vacancy

Pelatihan HAM dan Paralegal OPSI NTT

IMG_20170418_100302

Pada tanggal 18 – 20 April yang lalu, OPSI Nasional kembali memberikan dukungan kepada OPSI Provinsi, tepatnya untuk Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Apa sih dukungannya ? “Pelatihan HAM dan Paralegal untuk OPSI NTT”.

Yaa,, kegiatan ini berlangsung selama 3 hari dengan melibatkan teman-teman pekerja seks (PS) di kota kupang sebanyak 14 orang dengan komposisi 8 orang perempuan, 2 orang transgender, dan 4 orang laki-laki. Kami juga melibatkan LSM setempat untuk memfasilitasi training dalam kegiatan ini kami melibatkan LSM Gerakan Masyarakat Mandiri (Gema) sebagai fasilitator dan LSM Yayasan Tanpa batas (YTB) sebagai note taker. Dan kegiatan ini dikoordinir oleh Kordinator OPSI  Provinsi  NTT

Adapun tujuan dari kegiatan ini adalah membantu  memperluas gerakan bantuan hukum bagi kaum termarjinalkan  dalam pemenuhan Bantuan Hukum dan Hak Asasi Manusia khususnya Pekerja Seks diwilayah Kupang, Nusa Tenggara Timur.

Selama prosesnya di hari pertama,  kegiatan ini dibuka oleh Sekretaris KPA Kota Kupang,  kemudian dilanjutkan dengan pre-test untuk melihat sejauh mana pengetahuan teman-teman PS akan HAM, kemudian fasilitator menyampaikan materi tentang pengertian HAM, Sifat HAM, Prinsip utama HAM, 6 Prinsip Pokok HAM, Fase Perkembangan HAM.

Proses hari kedua (2), fasilitator menyampaikan materi Hukum Dasar dan Paralegal diselingi dengan kerja kelompok

Demikian dihari ketiga (3) fasilitator menyampaikan materi Advokasi dan juga diselingi dengan kerja kelompok dan ditutup dengan post test.

Untuk hasil kegiatannya sendiri, dilihat dari hasil pre dan post test ada peningkatan nilai sebesar 20%.

Tantangan, selama proses kegiatan ini berlangsung fasilitator menemukan beberapa tantangan diantaranya :

  1. Karena baru dilakukan pertama kali, fasilitator kesuitan untuk menemukan cara yang efektif untuk menjadikan suasana kelas menjadi aktif. Sehingga mendapat masukan dari Korprov dan beberapa anggota agar metode diganti menjadi permainan.
  2. Peserta masih kurang aktif dalam menyampaikan pendapat dan juga bertanya.