Laporan Kasus HIV-AIDS di Indonesia

Berikut adalah Laporan Kasus HIV-AIDS di Indonesia sampai dengan Desember 2012, yang diterima dari Ditjen PP & PL, berdasarkan surat
Direktur Jenderal P2PL, Prof. dr. Tjandra Y Aditama, SpP(K), DTM&Htertanggal 18 Februari 2013:

Bersama ini kami sampaikan laporan perkembangan HIV-AIDS di Indonesia,Triwulan IV Tahun 2012. Sejak periode Juli-September 2012, terjadi perubahan dan perkembangan data dalam laporan pasca Kegiatan Validasi dan Harmonisasi Data bersama seluruh provinsi di Indonesia Bulan Mei 2012. Hal ini dilakukan dalam rangka peningkatan kualitas laporan. Laporan tahun 2012 dan sebelumnya adalah benar-benar kasus ditemukan pada tahun yang bersangkutan.

Laporan perkembangan HIV-AIDS di Indonesia, Triwulan IV Tahun 2012 sebagai berikut:

A. Situasi Masalah HIV-AIDS Triwulan IV (Oktober – Desember) Tahun 2012

1. HIV
a. Dari Bulan Oktober sampai dengan Desember 2012 jumlah infeksi baru HIV yang dilaporkan sebanyak 6.139 kasus.
b. Persentase infeksi HIV tertinggi dilaporkan pada kelompok umur25-49 tahun (61,6%), diikuti kelompok umur >=50 tahun (20,1%) dan kelompok umur 20-24 tahun (12,5%).
c. Rasio HIV antara laki-laki dan perempuan adalah 1:1.
d. Persentase faktor risiko HIV tertinggi adalah hubungan seks berisiko pada heteroseksual (52,8%), penggunaan jarum suntik tidak steril pada penasun (10,3%), dan LSL (Lelaki Seks Lelaki) (7,7%).

2. AIDS
a. Dari Bulan Oktober sampai dengan Desember 2012 jumlah AIDS baru yang dilaporkan sebanyak 2.145 orang.
b. Persentase AIDS tertinggi pada kelompok umur 30-39 tahun (35,05%), diikuti kelompok umur 20-29 tahun (24,8%) dan kelompok umur 40-49 tahun (17,6%).
c. Rasio AIDS antara laki-laki dan perempuan adalah 2:1.
d. Jumlah AIDS tertinggi dilaporkan dari Provinsi Jawa Tengah (486), Bali (429), Papua (416), DIY (176) dan Sulawesi Selatan (156).
e. Persentase faktor risiko AIDS tertinggi adalah hubungan seks berisiko pada heteroseksual (78,3%), dari ibu (positif HIV) ke anak (4,1%), penggunaan jarum suntik tidak steril pada penasun
(3,8%) dan LSL (Lelaki Seks Lelaki) (2,8%).

B. Situasi Masalah HIV-AIDS Tahun 1987-Desember 2012

Sejak pertama kali ditemukan tahun 1987 sampai dengan Desember 2012, HIV-AIDS tersebar di 345 (69,4%) dari 497 kabupaten/kota di seluruh provinsi di Indonesia. Provinsi pertama kali ditemukan adanya kasus HIV-AIDS adalah Provinsi Bali, sedangkan yang terakhir melaporkan adanya kasus HIV (2011) adalah Provinsi Sulawesi Barat pada tahun 2011.

1. HIV
a. Sampai dengan tahun 2005 jumlah kasus HIV yang dilaporkan sebanyak 859, tahun 2006 (7.195), tahun 2007 (6.048), tahun 2008 (10.362), tahun 2009 (9.793), tahun 2010 (21.591), tahun 2011 (21.031), tahun 2012 (21.511). Jumlah kumulatif infeksi HIV yang dilaporkan sampai dengan Desember 2012 sebanyak (98.390).
b. Jumlah infeksi HIV tertinggi yaitu di DKI Jakarta (22.925), diikuti Jawa Timur (12.892), Papua (10.113), Jawa Barat (7.157) dan Bali (6.380).

2. AIDS
a. Sampai dengan tahun 2005 jumlah kasus AIDS yang dilaporkan sebanyak 4.987, tahun 2006 (3.514), tahun 2007 (4.425), tahun 2008 (4.943), tahun 2009 (5.483), tahun 2010 (6.845) dan tahun 2011 (7.004), dan tahun 2102 (5.686). Jumlah kumulatif AIDS dari tahun 1987 sampai dengan Desember 2012 sebanyak 42.887 orang.
b. Persentase kumulatif kasus AIDS tertinggi pada kelompok umur 20-29 tahun (35,2%), kemudian diikuti kelompok umur 30-39 tahun (28,1%), 40-49 tahun (10%), 15-19 (3,3%), dan 50-59 tahun (2,9%).
c. Persentase AIDS pada laki-laki sebanyak 55,3% dan perempuan 28,8%. Sementara itu 15,9% tidak melaporkan jenis kelamin.
d. Jumlah AIDS tertinggi adalah pada wiraswasta (5.035), diikuti ibu rumah tangga (4.880), tenaga non-profesional/karyawan 4.391), penjaja seks (1.678), buruh kasar (1.677), petani/peternak/nelayan (1.628), dan anak sekolah/mahasiswa (1.078).
e. Jumlah AIDS terbanyak dilaporkan dari Papua (7.795), Jawa Timur (6.900), DKI Jakarta (6.299), Jawa Barat (4.098), Bali (3.344), Jawa Tengah (2.815), Kalimantan Barat (1.699), Sulawesi Selatan (1.446), Banten (851) dan Riau (827).
f. Faktor risiko penularan terbanyak melalui heteroseksual (58,7%), penasun (17,9%), diikuti penularan melalui perinatal (2,7%), dan homoseksual (2,3%).
g. Angka kematian (CFR) menurun dari 3,29% pada tahun 2011 menjadi 3,17% pada Bulan Desember tahun 2012.

C. Layanan

1. Sampai dengan Desember 2012, layanan HIV-AIDS yang aktif melaporkan di Indonesia:
a. Sebanyak 503 layanan Konseling dan Tes HIV (KT), termasuk Konseling dan Tes HIV yang diprakarsai oleh Petugas Kesehatan (KTPK).
b. Sebanyak 338 layanan PDP (Perawatan, Dukungan dan Pengobatan) yang aktif melakukan pengobatan ARV, terdiri dari 239 RS Rujukan PDP (induk) dan 89 satelit.
c. Sebanyak 83 layanan PTRM (Program Terapi Rumatan Metadon).
d. Sebanyak 257 layanan IMS (Infeksi Menular Seksual).
e. Sebanyak 105 layanan PPIA (Pencegahan Penularan dari Ibu ke Anak), dan
f. Sebanyak 223 layanan yang mampu melalukan layanan TB-HIV.

2. Sampai dengan bulan Desember 2012, jumlah Lapas/Rutan/Bapas yang melaksanakan kegiatan pengendalian HIV-AIDS dan IMS:
a. Sebanyak 148 Lapas/Rutan/Bapas melaksanakan kegiatan KIE
(Komunikasi, Informasi dan Edukasi).
b. Sebanyak 20 Lapas/Rutan/Bapas melaksanakan kegiatan penjangkauan.
c. Sebanyak 78 Lapas/Rutan/Bapas memiliki Kelompok Dampingan Sebaya (KDS).
d. Sebanyak 45 Lapas/Rutan/Bapas melaksanakan kegiatan Konseling dan Tes HIV.
e. Sebanyak 148 Lapas/Rutan/Bapas melaksanakan kegiatan koordinasi.
f. Sebanyak 9 Lapas/Rutan/Bapas melaksanakan layanan PTRM.
g. Sebanyak 127 Lapas/Rutan/Bapas melaksanakan kegiatan rujukan HIV-AIDS.

3. Jumlah ODHA yang sedang mendapatkan pengobatan ARV sampai dengan bulan Desember 2012, yaitu sebanyak 31.002 orang. Sebanyak 96% (29.702 orang) dewasa dan 4% (1.300 orang) anak. Sedangkan pemakaian rejimennya adalah 95,6% (29.642 orang) menggunakan Lini
1 dan 4,4% (1.360 orang) menggunakan Lini 2.

[Catatan:

1. Laporan Kemenkes ini mengupdate semua data dari awal epidemi HIV di Indonesia. Hal ini dicerminkan di data yang dimuat di situs web
Spiritia. Hampir semua data sudah berubah.

2. File statistik lengkap dalam format HTML, MS-Excel dan PDF sudah diupload ke bagian Statistik di situs web Spiritia

http://spiritia.or.id/Stats/Statistik.php>.

3. File MS-Excel mengandung beberapa halaman dengan data lengkap dari Kemenkes mengenai kasus HIV dan AIDS, termasuk data berdasarkan provinsi, jenis kelamin, faktor risiko, kelompok umur, serta case fatality rate, penyakit penyerta, dan hasil VCT.

2018-01-28T05:18:13+00:00 March 8th, 2013|HIV & AIDS|0 Comments

Leave A Comment