Lowongan Kesempatan Menjadi Peneliti (Peer Interviewer)

Kesempatan Menjadi Peneliti (Peer Interviewer)

“PENELITIAN KEKERASAN TERHADAP PEKERJA SEKS”

 

 

Pendahuluan:

Dalam rangka untuk memahami kekerasan yang terjadi terhadap pekerja seks laik-laki, perempuan dan waria, dan untuk memperkuat upaya advokasi berbasis data dan penyusunan program penghapusan kekerasan berbasis gender terhadap pekerja seks dan keterkaitannya dengan HIV maka UNDP Asia-Pasifik tim HIV dan Kesehatan; Jaringan Pekerja Seks Asia Pasifik (APNSW), UNFPA Asia Pasifik Regional Office (APRO), Mitra untuk Pencegahan (P4P), dan Tim Dukungan Regional di Asia dan Pasifik (RST) UNAIDS merancang sebuah penelitian tentang : “Pekerja Seks dan Kekerasan: Memahami Faktor Perlindungan dan Keamanan” . Penelitian ini dilaksanakan di empat negara: Indonesia, Myanmar, Nepal dan Sri Lanka. Tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi factor-faktor resiko dan perlindungan bagi pekerja seks yang terpapar kekerasan dan HIV (baik dalam pekerjaaannya maupun di luar pekerjaan) supaya dapat dikembangkan program dan kebijakan yang lebih tepat untuk menangkal/mengurangi resiko-resiko yang dihadapi pekerja seks terhadap kekerasan dan HIV. Penelitian ini juga bertujuan untuk membangun pengetahuan tingkat regional dan local tentang pekerja seks dan kekerasan terhadap pekerja seks selain untuk membangun jejaring di tingkat regional dan global antara lembaga masyarakat, jejaring lembaga, lembaga donor dan media. OPSI bersama dengan UNFPA Indonesia, Atmajaya Research Centre, dan KPA Nasional yang bertanggung jawab untuk pelaksanaan penelitian ini di Indonesia.

Latar Belakang

Kekerasan terhadap pekerja seks tidak hanya luas, tapi juga dilakukan, disahkan, dan diterima oleh banyak orang termasuk pekerja seks itu sendiri karena hegemoni dan stigma buruk yang melekat pada pekerja seks. Pihak penegak hukum dan hukum yang mengatur prostitusi telah, dalam beberapa kasus, meningkatkan risiko kekerasan terhadap pekerja seks dari pada melindungi pekerja seks. Kekerasan juga dilakukan oleh pihak lain diantaranya pelanggan, germo, para pemangku kepentingan di lokasi/lokalisasi, anggota keluarga, partner intim, bahkan oleh Negara melalui kebijakan yang tidak berpihak bagi pekerja seks. Ini melemahkan usaha pencegahan HIV dan kerentanan pekerja seks meningkat untuk penularan HIV dalam berbagai cara.

Sejak 15 Mei 2012 telah dibentuk kelompok kerja nasional yang dikoordinatori bersama oleh OPSI dan KPAN (co-chair) dengan anggota:  Yayasan Bandung Wangi, Kementerian Sosial, Kementerian Kesehatan, Polri, Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Pariwisata, Komnas Perempuan, UNFPA, dan UNAIDS.

Untuk mendapatkan data yang baik, penelitian ini dirancang dengan keterlibatan penuh jaringan pekerja seks sehingga pekerja seks sendiri bisa memahami cara penelitian yang baik, mengadvokasi kebijakan dan program untuk mencegah dan merespons secara efektif kekerasan terhadap pekerja seks.. Oleh sebab itu para pengambil data (pewawancara) dilapangan diharapkan dilakukan oleh para pekerja seks sendiri, yang tentu saja akan dilatih terlebih dahulu sebelum turun untuk pengambilan data di lapangan.

 

Tujuan dari penelitian:

  1. Menguatkan pemahaman mengenai risiko dan faktor pelindung yang terkait dengan eksposur pekerja seks dengan kekerasan dan HIV, baik selama maupun di luar konteks  sebagai pekerja seks,
  2. Menyediakan informasi yang sesuai dengan keadaan nyata sehingga kebijakan dan program untuk mencegah dan menangani kekerasan terhadap perempuan menjadi efektif, bagi pekerja seks perempuan, waria dan laki-laki.

 

Kriteria Pewawancara Sebaya

  1. Anggota Jejaring / Organisasi Pekerja Seks atau Organisasi lain yang bekerja dengan Pekerja Seks Mendapat rekomendasi/referensi oleh dari OPSI
  2. Berpihak kepada perjuangan hak pekerja seks
  3. Nyaman bekerja dengan pekerja seks serta paham isu yang dihadapi pekerja seks
  4. Memiliki pemahaman mengenai bentuk-bentuk kekerasan yang dialami oleh pekerja seks
  5. Secara eksplisit sepakat bahwa pekerja seks adalah pekerjaaan / pilihan profesi
  6. Punya kemampuan berkomunikasi yang baik sehingga mampu menterjemahkan pertanyaan penelitian dalam bahasa gaul sebaya/ bahasa sederhana yang dipahami pekerja seks
  7. Mengkomitmenkan waktunya bagi pelaksanaan penelitian ini
  8. Memiliki kemampuan baca tulis
  9. Memiliki kepercayan diri serta bisa membaca situasi dilapangan
  10. Bisa menjaga rahasia khususnya responden
  11. Sabar, bisa menjadi pendengar yang baik bagi responden dengan tidak memberikan kesan menggurui pada saat wawancara berlangsung
  12. Diutamakan yang pernah punya pengalaman dalam penelitian serupa
  13. Pekerja Seks dengan HIV (+) dianjurkan untuk melamar

Adapun komposisi dari tim Pewawancara Sebaya adalah sebagai berikut:

3 orang pekerja seks perempuan (WPS), 2 orang pekerja seks waria, 1 pekerja seks laki-laki. OPSI dan Pusat Penelitian Atmajaya (ARC) akan melakukan seleksi terhadap CV yang masuk, bagi 6 orang terbaik akan mendapatkan training penelitian selama 6 hari di Puncak Bogor. Serta mendapatkan fee per laporan wawancara. Bagi yang berminat silahkan mengirimkan CV ke email seknas.opsi@gmail.com paling lambat hari sabtu 28 Juli 2012 dengan subjek : CV Penelitian Pekerja Seks dan Kekerasan

 

2018-01-28T08:24:06+00:00 Juli 18th, 2012|Lowongan|0 Comments

Leave A Comment