Pekerja Seks dan Penutupan Lokalisasi Dolly dalam Media Massa

Dalam kehidupan modern, media massa menjadi salah satu faktor terpenting dalam masyarakat. Setiap hari pemberitaan media massa dari segala aspek sosial, politik, hukum, ekonomi, humaniora mengisi ruang-ruang kehidupan masyarakat hampir 24 jam penuh, mulai dari media cetak, televisi dan online. Ditambah lagi dengan kehadiran jejaring sosial menjadikan informasi dari media massa begitu mudah diakses oleh masyarakat.

Media massa dipercaya mampu membentuk opini publik. Setia pemberitaan media massa tentu membawa pengaruh, baik langsung maupun tidak langsung bagi masyarakat yang setiap hari membaca atau menyaksikan pemberitaan. Pengaruh media massa kepada masyarakat ini dapat terwujud dalam berbagai macam, mulai dari pengaruh dari yang positif hingga ke pengaruh negatif. Media massa dipercaya dapat mempengaruhi sikap-sikap tertentu baik yang positif seperti terbangunnya toleransi, solidaritas hingga pandangan-pandangan yang negatif seperti kekerasan, pembentukan stereotipe dan sebagainya.

Serbuan pemberitaan media media di era digital memang hampir tidak terkendali. Seperti apa dampaknya memang akan tergantung bagaimana media mengkonstruksi berita-berita yang disajikan. Sementara itu, pemberitaan yang dibuat tidak terlepas dari siapa yang mengkonstruksi berita. Ditambah lagi dengan reproduksi berita melalui media sosial, satu topik kemudian menjadi meluas dengan menjadikan berita sebagai basis argumen. Sensitivitas pembuat berita terhadap masalah-masalah sosial, kemanusiaan menjadi sangat penting karena akan akan mempengaruhi sudut pandang berita yang dibuat. Inilah aspek yang penting dalam sebuah pemberitaan, mengingat bahwa berita yang sudah muncul dalam media akan berdampak pada perilaku dan keputusan-keputusan yang dijadikan referensi oleh banyak pihak, masyarakat umum atau juga para pengambil kebijakan terkait dengan berita yang diangkat.

Dampak dari pemberitaan dari media massa sangat terlihat jelas dalam pembahasan soal pekerja seks serta penutupan lokalisasi di beberapa daerah. Sebagian besar masyarakat masih melihat bahwa pekerja seks dalam sudut pandang moralitas dan melihat mereka sebagai obyek yang rendah. Beranjak dari fenomena di dampak tersebut, muncul pertanyaan bagaimana media massa melihat pekerja seks dan prostitusi dalam pemberitaannya? Apakah media massa telah menjalankan perannya sebagai agen perubahan untuk pandangan masyarakat yang penuh dengan sterotipe yang mendiskriminasi pekerja seks atau justru sebaliknya meneguhkan pandangan-pandangan tersebut?

Laporan_Pekerja Seks dan Penutupan Lokalisasi dalam Media

2018-01-24T20:43:07+00:00 January 24th, 2018|Referensi|0 Comments

Leave A Comment