Pelatihan HAM dan Paralegal OPSI NTT

Pada tanggal 18 – 20 April yang lalu, OPSI Nasional kembali memberikan dukungan kepada OPSI Provinsi, tepatnya untuk Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Apa sih dukungannya ? “Pelatihan HAM dan Paralegal untuk OPSI NTT”.

IMG_20170418_100302Yaa,, kegiatan ini berlangsung selama 3 hari dengan melibatkan teman-teman pekerja seks (PS) di kota kupang sebanyak 14 orang dengan komposisi 8 orang perempuan, 2 orang transgender, dan 4 orang laki-laki. Kami juga melibatkan LSM setempat untuk memfasilitasi training dalam kegiatan ini kami melibatkan LSM Gerakan Masyarakat Mandiri (Gema) sebagai fasilitator dan LSM Yayasan Tanpa batas (YTB) sebagai note taker. Dan kegiatan ini dikoordinir oleh Kordinator OPSI  Provinsi  NTT.

Adapun tujuan dari kegiatan ini adalah membantu  memperluas gerakan bantuan hukum bagi kaum termarjinalkan  dalam pemenuhan Bantuan Hukum dan Hak Asasi Manusia khususnya Pekerja Seks diwilayah Kupang, Nusa Tenggara Timur.

Selama prosesnya di hari pertama,  kegiatan ini dibuka oleh Sekretaris KPA Kota Kupang,  kemudian dilanjutkan dengan pre-test untuk melihat sejauh mana pengetahuan teman-teman PS akan HAM, kemudian fasilitator menyampaikan materi tentang pengertian HAM, Sifat HAM, Prinsip utama HAM, 6 Prinsip Pokok HAM, Fase Perkembangan HAM.

Proses hari kedua (2), fasilitator menyampaikan materi Hukum Dasar dan Paralegal diselingi dengan kerja kelompok

Demikian dihari ketiga (3) fasilitator menyampaikan materi Advokasi dan juga diselingi dengan kerja kelompok dan ditutup dengan post test.

Untuk hasil kegiatannya sendiri, dilihat dari hasil pre dan post test ada peningkatan nilai sebesar 20%.

Tantangan, selama proses kegiatan ini berlangsung fasilitator menemukan beberapa tantangan diantaranya :

  1. Karena baru dilakukan pertama kali, fasilitator kesuitan untuk menemukan cara yang efektif untuk menjadikan suasana kelas menjadi aktif. Sehingga mendapat masukan dari Korprov dan beberapa anggota agar metode diganti menjadi permainan.
  2. Peserta masih kurang aktif dalam menyampaikan pendapat dan juga bertanya.
2018-01-28T03:57:02+00:00 May 2nd, 2017|Kabar Seknas, Pekerja Seks|0 Comments

Leave A Comment