Pertemuan dengan Mitra BTG

Bridging the gaps (BTG) mengadakan pertemuan untuk mitra BTG pada tanggal 27 – 29 Juni  2017 yang lalu di Amsterdam. OPSI sebagai salah satu mitra BTG juga menghadiri kegiatan ini, yang diwakili oleh Benny dan Nurlela.

Ada 10 Negara yang terlibat dalam pertemuan ini (Indonesia, Myanmar, Vietnam, Kenya, Mozambique, Nigeria, Uganda, Ukraine, Kyrgyztan, Zimbabwe)

_S8A6737

Naah saya ingin menuliskan proses kegiatan tersebut selama 3 hari

Tanggal 27 Juni 2017

_S8A6574

Kegiatan di awali dengan pengenalan yang difasilitasi oleh fasilitator kegiatan. Dilanjutkan dengan membuat aturan kelas.

Sesi dilanjutkan dengan harapan setiap peserta dengan mengisi beberapa pertanyaan. Pertanyaan antara lain :

  1. Apa yang dilakukan oleh organisasi anda yang cukup berhasil?
  2. Mimpi organisasi anda
  3. Apa yang membuat organisasi anda unik?
  4. Pembelajaran apa yang akan diambil selama training.

Sesi selanjutnya diisi oleh Ellyana tentang Monitoring dan Evaluasi. Metode yang digunakan adalah mengisi quisioner. Setelah mengisi quisioner tentang pemahaman peserta tentang Monitoring dan Evaluasi dilanjutkan sosialisasi tentang BGT dan PITCH oleh ester.

Perbedaan BTG dan PITCH.

BTG           : Penyedian Layanan dan Advokasi

PITCH        : Lobby dan Advokasi

Tujuan dari proyek BTG adalah memperkuat komunitas baik itu komunitas Pekerja Seks, MSM dan IDU. Serta penguatan Hak Asasi Manusia.

Long Term Goals BTG dan PITCH sama sama mengangkat isu penguatan komunitas dan advokasi, penurunan infeksi HIV (Stigma dan diskriminasi) serta Hak Kesehatan Seksual dan Reproduksi.

Sessi dilanjutkan dengan Monitoring dan Advokasi. Kata kunci dalam M dan E adalah :

Mengetahui dan menunjukkan serta menunjukkan apa yang kita lakukanan yang mengakibatkan dampak yang baik.

Enam langkah M dan E :

  1. Melihat kebutuhan
  2. Menulis pertanyaan (Guideline)
  3. Informasi apa yang dibutuhkan
  4. Metodelogi (cara mengumpulkan data)
  5. Siapa yang mengumpulkan data
  6. Penggunaan data

Sebelum makan siang, fasilitator memberikan peran kepada peserta untuk tiga hari kedepan, peran tersebut adalah :

  • Menulis Blog tentang kegiatan
  • Memberi umpan balik
  • Review Materi dengan cara menyenangkan
  • Relawan untuk wawancara media

Setelah makan siang, semua peserta di bagi 3 kelompok untuk sharing pengalaman. Ada tiga topik yang dibahas :

  1. Pengumpulan data oleh PE (pengalaman dari KESWA Kenya)
  • Setiap data yang diambil di lapangan mengunakan peran PE dari komunitas.
  • Setiap data yang terkumpul dilaporkan kepemerintah pertiga bulan sekali.
  • Review program dilakukan 3 bulan sekali di tingkat Nasional sedangkan di tingkat lokal dilakukan 1 bulan sekali.
  • PE melakukan penjangkauan dengan mengisi beberapa form. Form tersebut berisikan : Ada nama layanan, Identitas PE (nama asli atau nama panggilan) dan bersifat rahasia.
  • Segala aktivitas yang dilakukan selalu melibatkan komunitas.
  • Setiap satu lokasi dihendel oleh 1 PE.
  1. Monitoring dan Evaluasi (Vietnam)
  • Restra dilakukan 5 tahun sekali.
  • Restra yang dibuat sesuai kebutuhan Populasi Kunci tidak hanya terfokus kepada Pekerja Seks.
  • Keterlibatan eksternal dalam melakukan M dan E yang dilakukan.
  1. Kebutuhan Data (Narusia AIDSFONDS)
  • AIDSFONDS melakukan Assesment kebutuhan Populasi kunci di 5 negara dengan isu kekerasan dan Layanan.
  • Ada 80 pertanyaan pada saat Assesment.
  • Data yang sudah terkumpul bisa menjadi alat advokasi kepada pemerintah serta Donor

 

Tanggal 28 Juni 2017

_S8A6645

Sessi Lobby dan Advokasi.

Sebelum melanjutkan materi lobby dan advokasi dilakukan praktek/Games bagaimana cara melakukan lobby.

Sessi lobby dan advokasi di sampaikan oleh biljana selaku pemegang proyek PITCH AIDSFONDS.

Tujuan dari lobby dan advokasi salah satunya adalah mempengaruhi kebijakan. Dalam mempengaruhi kebijakan ada beberapa hal yang diperhatikan :

  • Lobby dan advokasi
  • Sistem yang disengaja untuk merubah kebijakan dengan melibatkan penerima manfaat
  • Mengumpulkan teman
  • Mempengaruhi sikap/perilaku
  • Lobby tidak hanya untuk stakeholder tapi untuk semua intansi, contoh BANK
  • Mengubah perilaku stakeholder tidak hanya terfokus dengan kebijakan saja
  • Melakukan analisis stakeholder

Aktivism adalah aksi yang disengaja untuk merubah perubahan Contoh : kampanye, demo, aksi damai, dll.

Prinsip Advokasi :

  • Mempengaruhi orang untuk percaya kepada kita.
  • Siapa yang melakukan Advokasi.
  • Terbuka untuk segala hal (baik itu kesulitan).
  • Melayani
  • Berbasis pada kekuatan

Sharing lapangan oleh 3 negara.

  1. Zimbabwe
  • Membuat kartu : langkah langkah ketika ditangkap.
  • Membuat website untuk diisi oleh Pekerja Seks (Kasus).
  • Membuat form sebagai alat pengumpulan data sebagai bahan advokasi kepada stakeholder.
  • Tidak mengunakan Pekerja Seks tetapi Populasi Kunci.
  1. Laporan CEDAW (Mitra Aidsfonds)
  • Sosialisasi CEDAW
  • Bagaimana membuat laporan CEDAW
  • Tantangan membuat CEDAW
  1. SWIT (NSWP)
  • Sosialisasi SWIT
  • Manfaat SWIT
  • SWIT tidak hanya diberikan kepada penerima manfaat tapi juga diberikan kepada stakeholder

Sesi Introgasi Polisi oleh Misela dari Mitra AIDS FONDS.

Tujuan introgasi adalah untuk mencari kebenaran (versi Polisi).

Teknik introgasi yang sering digunakan oleh polisi :

  • Sikap simpatik
  • Kemiripan
  • Outoritas
  • Self Image
  • Rasa takut diciptkan
  • Shartage (teknik paksaan)
  • Kekuatan pengulangan
  • Legitimize
  • Tukar menukar

Kegiatan turun lapangan ke tempat bekerjanya Pekerja Seks Perempuan di RED LIGHT DISTRIC. Beberapa hal yang didapat adalah :

  • Perempuan Pekerja Seks melakukan aktivitasnya berada di belakang jendela yang berwarna merah.
  • Setiap PS mempunyai kebebasan memilih pelanggan.
  • Sebelum terjadi eksekusi, dilakukan komunikasi dengan pelanggan baik itu dengan kesepakatan harga maupun berapa lama melakukan hubungan seks dengan PS. Apabila kesepakatan tersebut, didalam kamar sudah ada tombol untuk memanggil keamanan.
  • Tantangannya adalah tentang registrasi, PS enggan melakukan registrasi karena data yang diserahkan secara otomatis terlink dengan intansi lainnya, artinya kerahasian pekerjaan mereka terbongkar
  • Tantangan tersebut masih dalam proses advokasi yang dilakukan oleh PROUD selaku NGO.

Tanggal 29 Juni 2017

_S8A7091

Sesi Mobilisasi Komunitas.

Sebelum sessi dimulai, Sally mensosialisasikan agenda International AIDS Conference 2018. Kegiatan tersebut akan dilaksanakan pada tanggal 23 – 27 July 2018 di Amsterdam. Thema yang diangkat adalah bongkar hambatan, ciptakan jembatan.

Sally menginformasikan kepada mitra AIDSFONDS untuk mealokasikan dana kegiatan 2018 untuk kegiatan International AIDS Conference 2018 di amsterdam.

Sessi mobilisasi komunitas menggunakan metode sharing pengalaman sukses dalam melakukan mobilisasi komunitas oleh 3 negara.

  1. Zimbabwe
  • Mengundang komunitas dengan memanfaatkan buadaya yang sudah tercipta yaitu Coffe Morning.
  • Mengundang dengan metode Snow ball menggunakan media sosial.
  • Tidak hanya komunitas yang diundang tetapi stakeholder juga diundang dalam coffe morning.
  1. Kyrgyztan
  • Tempat untuk mengumpulkan komunitas ditentukan oleh komunitas itu sendiri.
  • Tidak menggunakan metode formal.
  • Tidak terfokus dengan jumlah yang datang
  • Peer to peer
  • Memanfaat hari besar
  1. Kenya
  • PS masih ilegal
  • Dalam melakukan mobilisasi komunitas yang dilakukan adalah membuat akademi PS.

2 thoughts on “Pertemuan dengan Mitra BTG”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *